Dari: Publikasi Ahlussunnah Jakarta Ketahuilah wahai kaum Muslimin, menggunakan cadar bagi wanita muslimah, mengangkat celana jangan sampai menutupi mata kaki dan membiarkan janggut tumbuh bagi seorang laki-laki Muslim adalah kewajiban agama dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan terorisme, sebagaimana yang akan kami jelaskan nanti bukti-buktinya insya Allah dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta penjelasan para [...]
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘beda salafi dengan hizbi’
Peringatan: Cadar, Celana di Atas Mata Kaki/Cingkrang/Ngatung dan Janggut bukan Ciri-ciri Teroris!
Diposkan dalam Manhaj, Nasihat, Politik, Label beda salafi dengan hizbi, cadar, celana di atas mata kaki, gamis, jenggot, salafy bukan teroris, salah paham, teroris, terorisme, wanita bercadar pada 24 Oktober 2009 | 1 Komentar »
Nasehat Kepada Teroris
Diposkan dalam Manhaj, Nasihat, Politik, Label beda salafi dengan hizbi, jihad, kafir, pelanggaran hukum, salafy bukan teroris, salah paham, syarat Jihad Islami, teroris, terorisme pada 23 Oktober 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita mengadukan segala fitnah dan ujian yang mendera, akibat ulah sekolompok anak muda yang hanya bermodalkan semangat belaka dalam beragama namun tanpa disertai kajian ilmu syar’i yang mendalam dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta bimbingan para Ulama, kini ummat Islam secara umum dan Ahlus Sunnah (orang-orang [...]
DIALOG BERSAMA IKHWANI (Pengikut Al-Ikhwan Al-Muslimun)
Diposkan dalam Aqidah, Buku, Fatwa Ulama, Fiqih, Kisah, Manhaj, Mu'amalah, Nasihat, Politik, Label beda salafi dengan hizbi, Fatwa Ulama, Hasan al-Banna, hizbi, Ikhwani, ikhwanul-muslimin, im, kafir, khawarij, Salafiyyah, saudi, Syaikh Abdul-Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i, terorisme, Umar at-Tilmisani pada 22 Oktober 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
DIALOG BERSAMA IKHWANI Oleh: Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi A. PENDAHULUAN Mukadimah Penulis Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak akan ada yang menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah, maka tidak [...]
Lamudduril-Mantsur minal-Qaulil-Ma’tsur (265-268)
Diposkan dalam Fatwa Ulama, Manhaj, Nasihat, Label Ahlus-Sunnah, ahlussunnah, beda salafi dengan hizbi, Salafiyyah, Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi, Syair-Syair pada 19 Oktober 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh: Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi Syair-Syair [265.] Ibnu Baththah menyebutkan bait-bait ini, Asy-Sya’bi ia berkata, Ali bin Abi Thalib berkata kepada seorang laki-laki yang berteman dengan seseorang – yang ia tidak suka laki-laki itu bergaul dengannya: Janganlah berteman dengan saudara yang bodoh, hati-hatilah kamu dan jauhilah dia Betapa banyak orang yang bodoh [...]
Lamudduril-Mantsur minal-Qaulil-Ma’tsur (245-264)
Diposkan dalam Fatwa Ulama, Manhaj, Nasihat, Label Adab, Ahlus-Sunnah, ahlussunnah, Beberapa Faedah, beda salafi dengan hizbi, Nasihat, Salafiyyah, Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi pada 19 Oktober 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh: Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi Beberapa Faedah, Nasihat, dan Adab [245.] Yahya bin Mu’adz berkata: [ Sejelek-jelek saudara adalah yang kamu sampai butuh mengatakan: “Ingatlah saya dalam doamu ... .” Dan sebagian besar manusia pada hari ini hanya saling mengenal, jarang ada yang berteman secara zhahir, apalagi persaudaraan dan persahabatan. Ini adalah [...]
Lamudduril-Mantsur minal-Qaulil-Ma’tsur (232-238)
Diposkan dalam Fatwa Ulama, Manhaj, Nasihat, Label Ahlus-Sunnah, ahlussunnah, beda salafi dengan hizbi, Salafiyyah, Shifat Al-Ghuraba’, Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi pada 19 Oktober 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh: Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi Shifat Al-Ghuraba’ [232.] Al Fudhail bin Iyadh berkata: “Ikutilah jalan-jalan petunjuk! Dan tidak akan merugikanmu meskipun sedikit orang yang menempuhnya. Sebaliknya, jauhilah jalan-jalan kesesatan! Dan jangan tertipu dengan banyaknya orang-orang yang celaka di dalamnya.” (Al-I’tisham: 1/112) [233.] Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Amal yang sedikit dalam Sunnah lebih baik [...]
Lamudduril-Mantsur minal-Qaulil-Ma’tsur (228-231)
Diposkan dalam Fatwa Ulama, Manhaj, Nasihat, Label Ahlus-Sunnah, ahlussunnah, beda salafi dengan hizbi, Salafiyyah, Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi pada 19 Oktober 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh: Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi Membantah Ahli Bid’ah Harus dengan As Sunnah [228.] Umar bin Al-Khaththab berkata: “Akan datang orang-orang yang akan mendebatmu dengan ayat-ayat mutasyabihat dari Al-Quran, maka bantahlah mereka dengan As-Sunnah karena sesungguhnya Ahlus-Sunnah paling tahu kandungan Kitab Allah Azza wa Jalla.” (Al-Hujjah: 1/313, Asy-Syari’ah: 58, Ad-Darimi: 1/62, nomor 119, [...]
Lamudduril-Mantsur minal-Qaulil-Ma’tsur (224-227)
Diposkan dalam Fatwa Ulama, Manhaj, Nasihat, Label ahlussunnah, beda salafi dengan hizbi, Pedoman Agar Tidak Jatuh Kepada Kebid’ahan dan Hawa Nafsu, Salafiyyah, Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi pada 19 Oktober 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh: Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi Pedoman Agar Tidak Jatuh Kepada Kebid’ahan dan Hawa Nafsu [224.] Ahmad bin Abil-Hawari berkata, Abdullah bin As-Sariy –seorang yang khusyu’ dan belum pernah saya dapati orang yang lebih khusyu’ daripadanya– ia berkata: “Bagi kami bukanlah dikatakan Sunnah jika kamu membantah ahli bid’ah, namun Sunnah itu adalah bahwa [...]
Lamudduril-Mantsur minal-Qaulil-Ma’tsur (220-223)
Diposkan dalam Fatwa Ulama, Manhaj, Nasihat, Label Ahlus-Sunnah, ahlussunnah, beda salafi dengan hizbi, Salafiyyah, Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi pada 19 Oktober 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh: Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi Sebab-Sebab Jatuhnya Seseorang Kepada Bid’ah Dan Hawa Nafsu [220.] Ibnu Baththah Al-Ukbari berkata: “Saya pernah melihat sekelompok manusia yang dahulunya melaknat dan mencaci ahli bid’ah, lalu mereka duduk bersama ahli bid’ah untuk mengingkari dan membantah mereka dan terus menerus orang-orang itu bermudah-mudah, sedangkan tipu daya itu sangat [...]
Lamudduril-Mantsur minal-Qaulil-Ma’tsur (211-219)
Diposkan dalam Manhaj, Nasihat, Label Adakah Taubat Bagi Ahli Bid’ah?, Ahlus-Sunnah, ahlussunnah, beda salafi dengan hizbi, Salafiyyah, Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi pada 19 Oktober 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh: Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi Adakah Taubat Bagi Ahli Bid’ah? [211.] Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menghalangi taubat dari ahli bid’ah.” (Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah nomor 1620) [212.] Dari Abu Amru Asy-Syaibani ia berkata: “Selalu dikatakan bahwa Allah enggan (menolak) memberi taubat kepada ahli bid’ah dan ia tidak [...]