Tanya: Apa sebab kesesatan Abul-Hasan Al-Ma’ribi?
Jawab: Sebab kesesatannya:
1. Tergiur dengan dunia.
2. Membanggakan diri dan ujub kepada dirinya sendiri.
3. Tidak puas dengan dakwah Ahlussunnah.
4. Tidak menyambut nasihat para ‘ulama.
Inilah empat peringai yang saya dapatkan – Wallohu a’lam – dalam kitab-kitabnya, manhaj dan akhlaqnya yang merupakan peringai terbesar yang menjadi sebab kesesatannya. Siapa yang mengenalinya, maka dia akan mendapati padanya keempat perkara ini.
[Tanya jawab masalah-masalah terkini dengan asy-Syaikh Abdulloh bin Mar'i, dalam buku Bingkisan Ilmu dari Yaman untuk Muslimin Indonesia, hal. ... , transkrip Dauroh Islamiyyah Nasional 1-8 Juli 2005, Yogyakarta].
Assalamualaikum,
Antum nulis seperti ini atas dasar apa?afwan jgn menuduh klo antum masi mendengar salah satu fihak dan blom pernah duduk dimajlisnya. Akhsan urusan antum skrg blajar bukan mengurusi hal2 seperti ini krn ini semua bukan urusan kita, skrg urusan kt belajar bukan mengurusi fitnah
.
Wa ‘alaikumussalam,
-
Bukankah telah saya sebutkan sumbernya, masih saja antum mengatakan, “Antum nulis seperti ini atas dasar apa?”
Jangan asal komentar ya akhi!
-
Kalau antum katakan itu “semua bukan urusan kita” lalu kenapa antum berkomentar seperti ini, aneh!? Antum belum paham juga ya? Apa asal komentar saja?
-
Lihat kata Syaikh Robi’, “Boleh jadi terdapat orang-orang yang disusupkan dari jama’ah al-Ikhwan al-Muslimun, atau dari jama’ah Abul Hasan al-Ma’ribi, atau dari selain mereka dari Jama’ah al-Hikmah (cabang organisasi Ihya’ut-Turats di Yaman, -pent), atau dari selain mereka –barakallahu fiikum- maka berhati-hatilah dari perkara-perkara ini.”
-
Link: http://almaghlani.blogspot.com/2009/03/waspadai-adanya-pengkhianat.html
-
Sepertinya antum ini pengikutnya Abul-Hasan atau pengikut dari pengikutnya Abul-Hasan al-Ma’ribi.
Lebih baik saya ikut Syaikh Robi’ bukan? Daripada ikut antum?!
Kelihatannya antum ini memang asal komentar, lihat saja tulisan/ketikan antum yang kacau.
Kok antum jd emosi gini??? ana bukan pengikutnya Abu Hasan, Allah yahdik,,,
tampaknya anda mudah sekali memvonis orang pengikut abul hasan…. boleh jadi saudara antum tersebut sedang mencari2 kebenaran,
apakah ini manhaj salaf?
semoga lebiih disibukan dengan ilmu..